Sudah batuk berapa hari?

Perhatikan gejala batuk yang sedang kamu alami! Ingatlah jika batuk tak reda hingga 14 hari atau lebih, Kamu perlu waspada dan pasang pengingat di hari ke-14 untuk segera cek ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat

14 Hari Batuk Tak Kunjung Reda?
1 Solusi, Cek Dokter Segera!

#141CekTBC merupakan bagian dari #TOSSTBC (Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh) yang telah dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ingat #141CekTBC atau 14 Hari Batuk Tak Kunjung Reda, 1 Solusi, Cek Dokter Segera! Tujuannya agar masyarakat Indonesia lebih mengenali, menyadari dan ikut serta dalam pencegahan penularan TBC yang masih tinggi di Indonesia dan penyumbang kematian terbesar* di dunia.
*Sumber: https://tbindonesia.or.id/

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menyerang bagian tubuh kecuali rambut, gigi dan kuku seperti sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan lainnya. Namun pada umumnya, TBC menyerang paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Hingga sampai saat ini, penularan TBC di Indonesia termasuk penyumbang kematian terbesar pada urutan ketiga di dunia setelah India dan China, dengan estimasi sebanyak 824.000 kasus baru per tahun dan angka kematian mencapai 93.000 jiwa. (Sumber: tbindonesia.or.id).

Gejala utama TBC adalah batuk berdahak maupun tidak berdahak terus-menerus selama 14 hari atau lebih. Yang dapat disertai gejala-gejala lainnya antara lain:

  • Sering mengalami demam meriang berkepanjangan
  • Batuk bercampur darah
  • Nyeri pada dada dan beberapa pasien TBC ada yang merasakan nyeri tulang
  • Sesak napas, jika infeksi TBC sudah merusak paru
  • Kurang nafsu makan dan berat badan menurun
  • Berkeringat pada malam hari padahal sedang tidak beraktivitas dan sering merasa lelah.

Gejala TBC Ekstra Paru

Selain gejala utama, terdapat Gejala TBC Ekstra Paru atau bakteri TBC yang menyerang di luar paru-paru. Gejalanya bervariasi bergantung pada organ tubuh mana yang berdampak. Meskipun begitu gejala TBC Ekstra Paru terlihat dari menurunnya kondisi fisik secara bertahap.

Faktor risiko TBC Ekstra Paru meliputi:

  • Berusia anak-anak atau lansia
  • Rata-rata berjenis kelamin wanita
  • Menderita HIV/AIDS
  • Mengidap penyakit ginjal kronis
  • Menderita diabetes melitus
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk

Cara Penularan TBC

TBC dapat menular melalui percikan lendir atau dahak dari orang yang sedang mengidap TBC saat mereka batuk, bersin, berbicara dan tertawa secara keras yang terbawa ke udara, sehingga dapat terhirup oleh orang lain. Seringnya penularan terjadi saat seseorang berada di dalam ruangan dalam waktu yang lama dimana percikan dahak pasien TBC masih menyebar di udara. Tetapi perlu diketahui, orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TBC belum tentu langsung terinfeksi TBC. Bakteri yang terhirup tersebut akan dikendalikan oleh sistem imunitas tubuh, atau dalam kondisi TBC Laten yaitu bakteri TBC dalam kondisi tidur. Namun, infeksi ini akan berkembang menjadi penyakit sehingga menimbulkan gejala ketika daya tahan tubuh sedang lemah.

Cara Mencegah TBC

  • Menerima vaksin BCG sesegera mungkin sebelum bayi berusia 3 bulan
  • Segera melakukan pemeriksaan TBC dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat, jika mulai merasakan gejala utama batuk lebih dari 14 hari.
    Ingat #141CekTBC, jika 14 Hari Batuk Tak Reda, 1 Solusi, Cek Dokter Segera!
  • Menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, dari istirahat yang cukup, olahraga teratur dan tidak merokok
  • Meningkatkan imunitas tubuh dengan makan makanan yang bergizi seimbang
  • Selalu usahakan di rumah cukup mendapatkan sinar matahari, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan jaga tempat tidur agar tidak lembab dengan rutin menjemur alas tidur.

Pemeriksaan TBC

Pemeriksaan TBC diawali dengan diagnosa TBC oleh dokter berdasarkan gejala dan penyakit yang pernah dialami. Selanjutnya dokter melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Jika gejala utama yang dialami adalah batuk lebih dari 14 hari dan tak kunjung reda dengan obat batuk biasa, bisa diduga bakteri TBC sudah menyerang paru-paru, kondisi ini disebut TBC Paru. Umumnya kondisi TBC Paru ini sangat menular dalam waktu yang terbatas. Jika pasien dengan kondisi TBC Paru ini segera memulai pengobatan serta perawatan yang tepat di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, cukup sekitar 2-4 minggu setelah pengobatan, resiko penularannya menurun.

Namun, jika setelah konsultasi dengan dokter, diagnosa ternyata menyatakan bahwa TBC menyerang bagian tubuh selain paru-paru, kecuali kuku dan rambut, kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru. Pada kondisi TBC Ekstra Paru, pasien tidak selalu mengalami batuk, sehingga, resikonya untuk menularkan kepada orang lain akan lebih rendah.

Jenis Pemeriksaan TBC Paru:

  • Microskopis
  • Tes Cepat Molekuler
  • Rontgen/X-Ray (mendukung untuk pertimbangan klinis)

Jenis Pemeriksaan TBC Ekstra Paru:

  • CT Scan
  • Ultrasonografi
  • Biopsi

Untuk mengetahui dan memastikan jenis pemeriksaan apa yang diperlukan, konsultasikan dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat. Tak perlu khawatir soal biaya, pemeriksaan TBC disediakan gratis di fasilitas kesehatan pemerintah menggunakan BPJS Kesehatan.

Ingat #141CekTBC, jika 14 Hari Batuk Tak Reda,
1 Solusi, Cek Dokter Segera!

Pengobatan TBC

TBC dapat disembuhkan dengan tuntas jika obat serta dosis yang digunakan tepat, kemudian pasien taat mengkonsumsi obat tepat waktu sesuai resep yang diberikan oleh dokter dan menjaga asupan nutrisi yang baik. Perlu diketahui jika pengobatan tidak tuntas, bakteri TBC dapat berkembang semakin kuat, dan dapat meningkatkan kemungkinan kebal atau resistan terhadap obat-obatan yang padahal bisa efektif menyembuhkan penyakit TBC.

Pengobatan TBC pada umumnya dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap awal atau tahap intensif (2-3 bulan; tergantung hasil konversi dahak) dan tahap lanjutan (paling cepat 4 bulan). Komitmen kuat dari pasien TBC untuk menjalani pengobatan sangat dibutuhkan karena waktu yang diperlukan cukup lama, sekitar 6 bulan atau lebih tergantung hasil pemeriksaan dan resistensi obat-obatan hingga dinyatakan sembuh. Pasien TBC yang mengalami resistan atau kebal obat cenderung menjalani pengobatan lebih lama atau sekitar 9-24 bulan. Namun, jika pasien tidak kebal obat, TBC dapat disembuhkan minimal dalam 6 bulan.

Semasa pengobatan perlu dilakukan tiga kali pemeriksaan dahak ulang untuk mengetahui perkembangan kemajuan pengobatan, yaitu:

  1. Di akhir pengobatan tahap awal (e.g. TBC Paru sensitif obat - bulan 2 dan/atau 3)
  2. Sebulan sebelum akhir pengobatan (e.g. TBC Paru sensitif obat - bulan 5)
  3. Di akhir pengobatan (e.g. TBC Paru sensitif obat - bulan 6)

Kapan pasien TBC dinyatakan sembuh?
Pasien TBC bisa dinyatakan sembuh secara total dari infeksi bakteri ketika hasil pemeriksaan BTA (tes dahak TBC) menunjukkan hasil negatif. Hal ini didasarkan karena hasil BTA yang negatif menunjukkan risiko penularan TBC yang sangat rendah dari pasien ke orang lain.

Pasien TBC ekstra paru dinyatakan sembuh apabila telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap sesuai anjuran dokter serta berdasarkan evaluasi klinis dari salah satu atau beberapa pemeriksaan berikut: a) pemeriksaan fisik, b) pemeriksaan rontgen, c) pemeriksaan dahak, dan d) biakan.