Yuk Cegah TBC di Lingkungan Sekitar Kita!

Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Sudah diketahui bersama bahwa di Indonesia, walau trennya menurun, tetapi tetap selalu ada saja kasus infeksi TBC yang terjadi. Kenyataan ini membuat kewaspadaan masyarakat harus meningkat. 


Penularan TBC tidak hanya fokus ke orang dengan TBC saja, karena ada beberapa kondisi lingkungan yang mendukung penularan tersebut bisa dengan mudah terjadi. Dari jurnal ilmiah yang ditulis oleh A.H. Mahpudin dan Renti Mahkota, setidaknya ada 4 kondisi lingkungan rumah yang berpotensi mendukung penularan TBC, seperti: 


  1. Kurang mendapat sinar matahari langsung

  2. Ventilasi udara tidak memadai sehingga sirkulasi udara buruk

  3. Lantai rumah yang masih tanah

  4. Satu rumah padat penghuni


Dari 4 kondisi lingkungan rumah yang sudah diketahui seperti itu, tentu ada cara untuk menanggapinya sebagai upaya pencegahan TBC di rumah dan lingkungan sekitar. Seperti soal pencahayaan alami, langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah rajin untuk membuka jendela atau pintu rumah agar sinar matahari bisa masuk secara langsung. Langkah sederhana ini juga bisa membuat sirkulasi udara berputar dengan baik sehingga mengurangi risiko tertular TBC. 


Kemudian, untuk mendukung langkah sebelumnya, penambahan ventilasi udara dalam bentuk jendela kecil juga bisa menjadi langkah selanjutnya agar sirkulasi udara di dalam rumah membaik. Usahakan setiap ruang atau kamar – mempunyai ventilasi udara, baik dalam bentuk jendela atau yang lain agar udara terus berputar dan tidak mengendap di suatu ruang tersebut. 


Lalu, untuk kondisi lantai yang masih tanah – bisa diusahakan untuk plester dengan semen atau memasang keramik untuk lantai tersebut. Sehingga, kelembaban udara bisa terjaga dengan baik. Terlepas dari berbagai faktor lingkungan, faktor kesadaran diri dan kewaspadaan juga penting untuk ditingkatkan. 



Sadar dan Waspada Akan Penularan TBC!


Selain memerhatikan dan melakukan pencegahan TBC dari lingkungan, aksi tersebut juga perlu dimulai dari diri sendiri. Seperti sadar akan gejala TBC, mengetahui cara pencegahan TBC, sampai pergi ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk dapat penanganan yang tepat – perlu diterapkan dalam diri setiap masyarakat Indonesia. 


Selaras dengan perhatian tersebut, Stop TB Partnership Indonesia menggelar kampanye komunikasi digital bertajuk 14 Hari Batuk Tak Reda? 1 Solusi, Cek Dokter Segera! Kampanye ini juga selaras dengan komunikasi digital dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebelumnya yaitu TOSS TBC.


Melalui kampanye komunikasi digital ini, masyarakat Indonesia bisa mengetahui dan melakukan pencegahan TBC sejak dini. Hal ini dikarenakan oleh fitur-fitur yang ada di dalam komunikasi digital ini. Seperti fitur pertama, yaitu fitur Pengingat 141CekTBC – di mana fitur ini dapat membantu masyarakat untuk mengingat dan mengetahui sudah berapa lama gejala batuk yang dialami. Jika gejala batuk sudah mencapai hari ke 14, maka masyarakat akan dapat peringatan untuk segera ke dokter agar dapat pemeriksaan yang tepat. 


Kemudian, fitur selanjutnya yaitu fitur Chatbot 141CekTBC – fitur ini dapat menghubungkan masyarakat dengan dokter melalui Halodoc serta komunitas peduli TBC terdekat. Dengan fitur ini juga, masyarakat dapat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat untuk didatangi dan dapat penanganan yang tepat. Untuk fitur Chatbot 141CekTBC – bisa langsung digunakan dengan menghubungi nomor (+628119961141) via Whatsapp, masyarakat akan terhubung dengan Kak Welas.


Selengkapnya bisa klik tautan website ini: 


https://141.stoptbindonesia.org

https://stoptbindonesia.org

https://tbindonesia.or.id


Sekarang, sudah tidak ada alasan lagi buat masyarakat Indonesia untuk tidak berpartisipasi dalam pencegahan penularan TBC. Hal ini perlu sekali dilakukan agar semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan taraf hidup yang lebih baik dan tentunya lebih sehat. 


14 Hari Batuk Tak Reda? 1 Solusi, Cek Dokter Segera! 


Untuk informasi lebih lanjut, sila kunjungi: 


Website : https://141.stoptbindonesia.org 

  https://tbindonesia.or.id

Instagram/Twitter/Facebook : Stop TB Partnership Indonesia

Whatsapp : (+628119961141)


Website : tbindonesia.or.id

Twitter : @tbc.indonesia

Facebook : TB Indonesia

Youtube : TB Indonesia